Uncategorized

Ketakutan Pada yang Liyan

Beberapa waktu lalu saya baru saja selesai menonton sebuah film, “Love, Simon.” yang menceritakan tentang seorang remaja lelaki biasa yang memiliki kehidupan yang normal dan lengkap, tapi dia punya satu rahasia yang tidak diungkapkannya kepada orang lain yaitu : dia gay. Film ini bercerita tentang pergolakan batinnya dan tentang bagaimana akhirnya dia memberitahu jati dirinya… Continue reading Ketakutan Pada yang Liyan

Uncategorized

Surat Terbuka untuk Diriku Sendiri

Kepada diriku sendiri, Semakin menua umur, semakin jauh kita berjalan, semakin kita mengetahui sisi-sisi kotor dunia. Semoga kamu bisa terus menjadi dirimu yang manis yang tidak ikut-ikutan tenggelam ke daerah kotor itu. Tapi bukan berarti kamu menjadi lemah, kamu harus tegas. Kamu punya suara, maka mari kita utarakan. Jangan bungkam! Jangan biarkan mereka mengatur-atur dan… Continue reading Surat Terbuka untuk Diriku Sendiri

keseharianku

Berbicara Perihal Tempat dan Kenangan : Repvblik Kopi

Ketika masih mengenakan seragam putih abu-abu, aku dan salah seorang temanku, Ajeng, sudah punya kebiasaan ngopi demi mewaraskan pikiran, sebab dulu kami menganggap bahwa masa SMA kami tidak indah seperti yang lainnya. Ngopi sambil ngobrol ngalur-ngidur sampai lupa waktu seolah menjadi pelarian kami pada saat itu. Kata-kata yang selalu kami ucapkan sebelum pulang ngopi, “kembali… Continue reading Berbicara Perihal Tempat dan Kenangan : Repvblik Kopi

Opini

Penyitaan Buku dan Rendahnya Minat Baca di Indonesia

Menurut data statistik dari UNESCO, Indonesia menduduki peringkat ke 60, dari 61 negara yang disurvei soal literasi dunia. Di saat rendahnya minat baca masyarakat Indonesia, terjadi kasus penyitaan buku yang baru-baru saja ini terjadi di tiga kota di indonesia yaitu : Kediri, Padang dan Tarakan oleh aparat penegak hukum dan tentara setempat yang dilandaskan pada… Continue reading Penyitaan Buku dan Rendahnya Minat Baca di Indonesia

cerpen

Perempuan selalu benar

Masih ingatkah kau, pada percakapan kita ketika kau menyesap segelas kopi hitam tanpa gula sebagaimana biasanya dan aku menyesap secangkir cappuccino sebagaimana semestinya? Kau berkata dengan gamblang entah karena kau mabuk akibat kopi Hitammu atau karena skripsi yang tak kunjung rampung, “Jika bersamamu, segalanya tidak berarti. Bersamamu aku ingin hidup abadi bukan mati muda seperti… Continue reading Perempuan selalu benar